CARI DI GOOGLE

Minggu, 06 Oktober 2024

Beberapa Alasan Alumni Baru Tidak Melakukan Registrasi Aktivasi Alumni

Bagi universitas, registrasi alumni merupakan upaya untuk menjaga hubungan dengan para lulusan, memberikan akses ke berbagai manfaat, serta memperkuat jejaring alumni. Namun, pada kenyataannya, tidak semua alumni baru segera melakukan registrasi setelah kelulusan. Berikut adalah beberapa alasan umum yang membuat alumni baru enggan atau tidak melakukan registrasi:

1. Registrasi Dikaitkan dengan Pengambilan Toga untuk Wisuda

Kebiasaan yang dilakukabn di Universitas Terbuka  adalah melakukan registrasi Aktivasi berbarengan dengan penghambilan toga untuk wisuda, bahkan ada arahan dari Rektor UT bahwa Petugas atau Staf Universitas Terbuka tidak dibenarkan untuk Mengambil biaya registrasi aktivasi Alumni. Artinya proses Registrasi Aktivasi Alumni harus langsung dilakukan oleh Pengurus Ikatan Alumni (IKA UT).

Beberapa Alumni menganggab ini kegiatan tambahan yang tidak penting, dan merasa fokus pada kegiatan wisuda merupakan prioritas. Padahal hal ini dilakukan agar pelaksanaan registrasi lebih mudah dan dapat menjangkau semua alumni dibandingkan dilakukan setelah wisuda dilaksanakan. .

2. Adanya Staf Universitas yang Menyatakan Aktivasi Alumni Tidak Wajib

Sikap dan komunikasi staf Universitas Terbuka juga bisa menjadi alasan mengapa alumni baru tidak segera melakukan registrasi. Adanya staf universitas yang menyatakan bahwa aktivasi alumni tidak diwajibkan sering kali membuat lulusan merasa tidak perlu repot untuk mendaftar. Ketika seorang staf kampus menyampaikan bahwa aktivasi ini hanya opsional, alumni cenderung berpikir bahwa registrasi ini tidak akan mempengaruhi apa pun, baik bagi mereka maupun bagi universitas.

3. Staf Universitas yang Mengambilkan Toga Tanpa Melakukan Aktivasi Alumni

Ada juga kasus di mana alumni tidak perlu mengambil sendiri perlengkapan wisuda, karena staf Universitas Terbuka atau perwakilan tertentu membantu alumni untuk mengambilkan toga tanpa meminta alumni melakukan registrasi aktivasi. Hal ini secara tidak langsung mendorong alumni untuk melewatkan proses registrasi. Ketika mereka tidak dihadapkan pada keharusan atau prosedur yang jelas, registrasi alumni pun sering diabaikan.

4. Pokjar yang Tidak Menyarankan dan Mengatakan Aktivasi Tidak Wajib

Dalam sistem pendidikan jarak jauh seperti Universitas Terbuka (UT), Pokjar (kelompok belajar) sering berperan sebagai perantara antara mahasiswa dan kampus. Dalam beberapa kasus, perwakilan Pokjar mungkin tidak menyarankan atau tidak menginformasikan pentingnya aktivasi alumni kepada lulusan. Bahkan ada perwakilan Pokjar yang menyampaikan bahwa aktivasi alumni tidak diwajibkan, sehingga alumni baru cenderung tidak merasa perlu untuk terlibat dalam proses tersebut. Ketika Pokjar tidak mendorong alumni untuk mendaftar, banyak yang akhirnya tidak menyadari manfaat atau pentingnya aktivasi alumni.

5. Informasi dari Alumni Terdahulu Bahwa Aktivasi Tidak Penting

Selain pengaruh dari staf dan Pokjar, alumni baru juga sering kali mendengarkan pendapat atau pengalaman dari alumni terdahulu. Jika alumni yang lebih dulu lulus menyampaikan bahwa mereka tidak melakukan aktivasi alumni dan tidak merasakan dampak negatif apa pun, informasi ini dapat memengaruhi alumni baru. Alumni terdahulu yang menganggap bahwa aktivasi alumni tidak penting akan memberikan pandangan bahwa registrasi hanyalah formalitas yang bisa diabaikan tanpa konsekuensi. Akibatnya, banyak alumni baru yang mengikuti jejak mereka dan tidak mendaftarkan diri.

Kesimpulan

Beberapa alasan yang membuat alumni baru tidak melakukan registrasi sering kali terkait dengan persepsi dan informasi yang mereka terima dari staf universitas, perwakilan Pokjar, atau alumni terdahulu. Hal ini bisa disebabkan oleh proses registrasi yang dianggap tidak wajib, bantuan staf dalam pengambilan toga tanpa aktivasi, atau kurangnya pemahaman mengenai pentingnya jaringan alumni. Untuk meningkatkan jumlah alumni yang melakukan registrasi, Universitas Terbuka perlu menyosialisasikan pentingnya aktivasi alumni dengan lebih jelas dan konsisten, serta memperkuat peran staf dan Pokjar dalam mendorong alumni baru untuk mendaftar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar